Arsip untuk Kategori 'bisnis'

26
Des
07

Ingin Membeli Rumah

Banyak alasan orang ingin membeli rumah.

Mungkin karena bosan, perubahan jumlah anggota keluarga, atau mungkin juga karena habis membaca buku tentang “menjadi kaya dari real-estate” :-D

Bagi sebagian besar warga NKRI, bisa mengucapkan “rumah saya sendiri” atau “rumah saya juga tuh” adalah sebuah kebanggaan.
Meningkatkan percaya diri dan gengsi.
Saya rasa tidak hanya di NKRI tapi juga diseluruh dunia juga begitu.
Membeli rumah dibutuhkan ketetapan hati, emosi, energi dan uang tentunya.
Mungkin anda harus membuka rahasia keuangan anda pada seseorang yang belum anda kenal. Dan mungkin anda menghabiskan hari libur anda seharian di jalanan mencari rumah yang dijual DAN cocok dengan anda.
Tapi proses ini akan menyenangkan untuk dikenang seumur hidup anda. Semoga….

19
Des
07

Memilih Mentor

Setiap orang baru di suatu lingkaran, memerlukan mentor.
Seseorang yang kamu anggap bisa membawamu ke tangga teratas dalam hirarki lingkaranmu.
Mentor itu haruslah orang yang punya pengalaman, jabatan dan kekuasaan.
Sesuatu yang harus kamu miliki nanti.
Dalam pandanganmu, mungkin dia tidak selalu benar, tapi dia adalah mentormu.

Pastikan kamu mengerti betul apa yang diperintahkan mentor seblum melaksakannya.
Pelajari seni bertanya.

Jangan dekati wanita-wanita mentormu.
Anaknya, pacarnya, istrinya, adiknya dan seluruh wanita dalam keluarganya.
Namun bila anak mentormu suka padamu dan kamu juga suka padanya,
bolehlah kamu teruskan tentu atas seizin mentormu itu.

18
Des
07

Lingkaran

Pilihlah dengan benar di lingkaran mana kamu ingin masuk.

Bergaulah dengan ustad, kamu akan mengerti agama

Bergaulah dengan maling, kamu akan tau cara mencuri

Bergaulah dengan yang sukses, kamu akan sukses juga

Tapi apakah mereka menerima kamu?

Jika bapakmu tidak mewariskan keanggotaan,
kamu harus “membayar tiket” untuk masuk ke lingkaran yang kamu pilih.

Kamu harus memiliki suatu ketrampilan yang jauh diatas rata-rata orang kebanyakan.
Atau kamu harus bekerja lebih keras, lebih tahan banting, lebih “kotor”, lebih sabar dsb.

Jika sudah masuk dalam lingkaran itu, kamu harus punya moral seperti pelacur namun harus tetap sopan seperti guru agama.

Pilihlah orang yang “berpengaruh” untuk tempat kamu bertumpu. Seorang yang mensponsori kamu. Seorang mentor. Pastikan dia akan membela dan menjamin karirmu di lingkaran itu. Kamu akan mengerjakan semua perintahnya, dari yang bersih sampai yang kotor. Kamu harus belajar patuh sebagai abdi sebelum menjadi patih.
Jika dia melucu, kamu akan tertawa, paling gak senyum.
Jika dia marah, kamu akan menunduk, diam tidak berani menatap matanya.
Kamu akan bicara hanya bila diajak bicara.

Kamu harus hormat padanya karena dia penting bagi masadepanmu.

Dalam perjalanan karirmu, mungkin kamu akan berhadapan dengan bekas mentor mu itu. Mungkin kamu akan menggantikan jabatannya. Apa yang kamu lakukan?
Singkirkan saja. Toh dia sudah pernah disana. Gantian dong !




Tangan Di Atas

Blog Stats

  • 29,352 hits

RSS Media Konsumen

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Umpan yang Tidak Diketahui

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.