Pilihlah dengan benar di lingkaran mana kamu ingin masuk.
Bergaulah dengan ustad, kamu akan mengerti agama
Bergaulah dengan maling, kamu akan tau cara mencuri
Bergaulah dengan yang sukses, kamu akan sukses juga
Tapi apakah mereka menerima kamu?
Jika bapakmu tidak mewariskan keanggotaan,
kamu harus “membayar tiket” untuk masuk ke lingkaran yang kamu pilih.
Kamu harus memiliki suatu ketrampilan yang jauh diatas rata-rata orang kebanyakan.
Atau kamu harus bekerja lebih keras, lebih tahan banting, lebih “kotor”, lebih sabar dsb.
Jika sudah masuk dalam lingkaran itu, kamu harus punya moral seperti pelacur namun harus tetap sopan seperti guru agama.
Pilihlah orang yang “berpengaruh” untuk tempat kamu bertumpu. Seorang yang mensponsori kamu. Seorang mentor. Pastikan dia akan membela dan menjamin karirmu di lingkaran itu. Kamu akan mengerjakan semua perintahnya, dari yang bersih sampai yang kotor. Kamu harus belajar patuh sebagai abdi sebelum menjadi patih.
Jika dia melucu, kamu akan tertawa, paling gak senyum.
Jika dia marah, kamu akan menunduk, diam tidak berani menatap matanya.
Kamu akan bicara hanya bila diajak bicara.
Kamu harus hormat padanya karena dia penting bagi masadepanmu.
Dalam perjalanan karirmu, mungkin kamu akan berhadapan dengan bekas mentor mu itu. Mungkin kamu akan menggantikan jabatannya. Apa yang kamu lakukan?
Singkirkan saja. Toh dia sudah pernah disana. Gantian dong !
Jejak